nya yang kebanyakan di sebabkan oleh perbedaan kondisinya dalam kalimat karena adanya perbedaan amil yang memasukinya dan terkadang juga ada yang tetap tanpa ada perubahan di ahir kalimat meskipun ada beberapa amil yang masuk pada lafadz. Untuk jenis yang di sebutkan pertama yang mengalami perubahan pada harokat dalam susunan bahasa arab di namakan dengan mu’rab, sedangkan jenis yang di sebutkan bagian kedua yang tidak mengalami perubahan pada ahirnya kalimat di namakan dengan mabni. Dengan demikian lafadz mu’rab itu kebalikan dari lafadz yang mabni.
Perubahan suatu lafadz yang di sebabkan oleh ‘amil yang masuk itu di namakan dengan i’rab dan apabila tidak adanya perubahan pada suatu lafadz itu dinamakan dengan mabni atau bina’.
B. Rumusan masalah
1. apa pengertian dari I’rabul Quran ?
2. Penulisan dan pengumpulan alquran.
C. Pembahasan
1. Pengertian i’rab.
I'rob menurut ulama ahli nahwu yang sebagian di ungkapkan dalam kitab al-jurumiyah yaitu :
الإعراب هو تغيير اواخرالكلم لاختلاف العوامل الداخلة عليها لفظا او تقديرا
“i’rab adalah perubahan beberapa ahirnya kalimat yang di sebabkan oleh berbeda-bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut baik secara lafadz atau kira-kira.”
Seperti contoh pada lafad والعصر yang berada di surat العصر. Huruf ro terbaca kasroh karena adanya amil jer berupa wawu kosam.
Dan apabila kita menginginkan dalam pembacaan alquran dengan benar, kita harus mempelajari ilmu tajwid. Dan ketika kita berharap mengetahui tentang perubahan kharokat, maka ilmu nakhu dan sorof yang harus dipelajari.
Dalam bahasa arab banyak di sekali di temukan suatu lafadz yang mempunyai makna dan saling berlawanan, yang mana perbedaan keduanya hanya terletak pada harokatnya saja, seperti pada lafadz جِلسَة dengan memberi harokat pada huruf jim nya dan pada lafadz جَلسَة dengan memberi harokat pada huruf jim nya.lafadz yang di sebutkan pertama mempunya makna cara,ragam atau kebiasaan duduk sedangkan lafadz yang kedua mempunyai arti persidangan.demikian juga lafadz ضُحَكة yang mendhomahkan huruf ض dan mengfathah kan huruf ح yang berarti seoarang laki-laki menertawakan orang lain secara berlebihan.vdalam hal ini Shighot yang digunakannya adalah Shighoh mubalaghah (berlebih-lebihan).berbeda dengan lafadz ضُحْكة dengan mendhomah huruf ض dan mengsukun hurufح yang berarti oarang yang menjadi bahan tertawaan.
Pengetahuan mengenai masalah ini sangant lah penting ,di karenakan dengan ilmu ini pula bisa dapat di ketahui beberapa makna-makna yang terdapat dalam Al-Qur’an.dalam sebuah riwayat hadis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar